Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Story. Tampilkan semua postingan

11 Juni 2011

Kalo cewe Falling in love


KALAU CEWEK FALLING IN LOVE

Raras berlari dengan kencang di jalan setapak. Ia harus cepat sampai kembali ke bis Study Tour sekolahnya. Sampai didepan pintu bis, Raras bertabrakan dengan teman pria dari kelas lain. Raras sangat terkejut, dipandangi teman pria itu. Penampilannya kuno, tapi wajah naifnya lucu banget.”kata raras dalam hati”.
Raras selalu berfikir suatu saat akan datang hari dimana ia menemukan cintanya dan memikirkan seorang pangeran tampan menjemputnya. Meski temannya selalu mencemooh pikiran kekanak-kanakannya, Raras tetap yakin pada pendiriannya bahwa teman pria disekolahnya itu adalah pangerannya.
Sejak itu Raras selalu memikirkan pangerannya itu. Dalam hati Raras ada rasa untuk tau siapa dia. Raras akhirnya mencari tau siapa dia dari kelas sang pangeran.
Namun Raras tidak menemukan sesuatu dari pencariannya itu. Karena putus asa Raras menceritakan pada teman sekelasnya. Akhirnya temannya pun mau membantu Raras.
“Gini aja Ras, Gimana kalau kamu pura-pura aja tabrakan sama dia, nanti kamu ajak kenalan.” Ide salah satu teman Raras.
Waktu istirahat Raras pun menunggu didepan kelasnya ia yakin pria itu akan lewat di depan kelas Raras. Beberapa detik kemudian pria itu pun berjalan mengarah pada kelas Raras. Raras memberikan isyarat pada temannya utnuk siap-siap mendorong tubuhnya agar bias bertabrakan dengan pria itu.
“1, 2, 3.” Hitung teman Raras.
Beberapa temannya pun mulai beraksi.
Namun sayang kali ini teman Raras terlambat. Alhasil bukannya kenalan, Raras malah jatuh ke lantai. Sementara pria itu tetap berjalan tanpa memperdulikan Raras.
“Aduh, kok gini sih.” Keluh Raras
“Sori Ras kita nggak tau.” Seru salah satu teman Raras.
Akhirnya Raras c.s mencoba untuk ke dua kalinya, kali ini Raras mencoba bertemu pada tikungan kelas.
“Gini ya Ras, nanti kamu jalan dari balik tembok sebelah utara nah dia jalan dari balik tembok sebelah timur bersamaan, nanti kita yang kasih aba-aba buat mulai jalan, key ….! Seru temannya.
Raras bersiap-siap, beberapa detik kemudian pria itu terlihat dari arah timur. Teman Raras memberi aba-aba.
“Ayo Ras mulai.” Perintah temannya. Raras mulai berjalan, begitu juga dengan pria itu, namun saat sampai di tengah tikungan, Raras jadi nervous. Ia menghentikan langkahnya tepat di depan pria itu. Pria itu pun kaget ketika hendak bertabrakan dengan Raras.
Tabrakan disengaja itu pun tak terjadi. Mereka malam saling pandang satu sama lain. Raras memndang penuh pujaan, namun pria itu memandang penuh keheranan.
Tanpa Raras sadari, pria itu langsung mengambil langkah seribu tanpa memperdulikan Raras untuk kedua kalinya.
“yah, Ras kok jadi ditinggalin sih?” Tanya salah satu temannya. Setelah menghampiri Raras.
“Nggak tau, cowok di ajak tabrakan aja susah.”
“Abisnya ngapain kamu berhenti.”
“Yah aku piker dia nggak ada feel sama aku.”
“Ya udah lah Ras lain kali kita coba lagi.”
Dua hari berlalu Raras jadi pemurung. Temannya sudah berusaha menghibur dan menawarkan bantuan, namun Raras menolak.
“Huf…mungkin benar kata teman-teman bahwa sekarang ini tidak mungkin ada yang namanya love story”. Raras mulai mengeluh kesah, keyakinannya akan pangeran tidak ingin lagi ada dipikirannya. Puncak dimana Raras merasakan sakit hatinya ketika ia benar-benar tidak ada gairah untuk makan dan beraktivitas. Pulang sekolah pun Raras langsung tidur hingga malam.
Saat jam pelajaran Bahasa Inggris, Raras disuruh gurunya untuk mengambil lembar kerja siswa di lab computer. Dengan malas dan tetap murung ia pun melangkah kea rah lab computer.
Saat ia mau membuka pintu lab, Raras tidak kuat mendorong pintunya, karena ia malas-malasan akibat patah hati. Namun karena sebal pintu tak bias dibuka Raras mengerahkan semua tenaganya mendorong pintu lab. Alhasil pintu pun terbuka, namun kerasnya pintu mengayun mengena pada orang di dalam yang akan keluar. Orang itu pun harus mau di hantam di bagian hidungnya oleh kerasnya pintu besi lab, hingga mimisan.
“Arghk…”. Jerit seseorang di dalam.
Raras yang kaget cepat-cepat melihat orang itu
“Oh my god.” Seru Raras
Ternyata orang yang mimisan itu adalah pria yang disukai Raras. Raras menghampirinya dan mencoba menolongnya. Raras juga memberikan saputangannya pada pria itu.
Esok harinya Raras masih murung. Kini ia yakin pria itu tak kan menyukainya. Raras di depan pintu kelas bersama beberapa tamannya. Tak sengaja Raras melihat kearah samping kanannya. Si pria yang kemarin, ada disana dan sedang memperhatikan Raras. Raras kembali menjadi gugup.
Raras tidak berani menoleh kea rah di pria, ia hanya mencoba tetap tegar dan tenang. Namun hal itu juga percuma. Teman-temannya memperhatikan Raras yang gugup. Mereka saling memandang dan bertanya-tanya. Seseorang kawannya pun akhirnya menyadari kebingungan dari Raras. Akhirnya mereka pun tersenyum sinis.
“Yee ! yang lagi falling in love, tuh dicariin.” Gurau seluruh teman Raras.
Raras hanya diam tersipu malu. Si pria itu pun berjalan kea rah Raras.
“Ini sapu tangan kamu kan?” Tanya pria itu.
“Iya, oh ya maaf ya kemarin aku nggak sengaja.” Pinta Raras.
“Nggak apa-apa kok, mungkin aku kurang hati-hati, oh ya namaku Alan.” Seru pria itu.
Raras tersenyum ia senang, kini ia tau siapa nama pria yang disukainya dari mulutnya sendiri.
“ Aku Raras.” Balas Raras
Mereka pun akhirnya bersalaman dan mengobrol untuk saat yang lama.

13 Desember 2010

ubur ubur dan lumba lumba

Ubur – Ubur dan Lumba – Lumba
Seperti biasa Aurel berangkat sekolah di antar amukan Mamanya yang selalu memaksa Aurel untuk sarapan. Kali ini pun Aurel tak ingin makan, penyebabnya tidak lain Mamanya yang selalu masak sea food. Aurel memang tidak suka dengan seafood apalgi yang namanya Ubur-ubur dia amat membencinya.”
Sesampai di sekolah Aurel memasuki gerbang sekolah dengan senangnya hingga tidak melihat seseorang yang tengah keberatan membawa setumpuk buku di depanya. Alhasil “Brak..” Aurel menabrak orang tersebut.
“ Aduh “ Kepala Aurel mengenai selah satu buku yang tertebal.
“Heh Ubur-Ubur gag punya mata ya?” Tanya seseorang tadi. Aurel masih mengusap kepalanya yang pusing terkena hantaman buku. Tak disangka orang yang menabrak Aurel adalah Dolfin salah satu teman sekolahnya yang juga musuhnya di sekolah.
“ Heh Lumba-lumba gag tau diri, dah nabrak malah nuding orang lain”.
“ Mana bisa liat ubur-ubur kan aku bawa buku sastra selusin, liat dunk”.
“ Dasar lumba-lumba gag punya mata, RESE…..” jerit Aurel keras
Tiba-tiba saja seluruh sekolah gempar dengan keributan mereka, namun semua tidak heran karna sebenarnya mereka sudah terbisa dengan keributan dan perkelahian antara Aurel dan Dolfin. Meski teman temannya sudah sering mengoda adanya cinta antara mereka namun Aurel dan Dolfin tidak pernah menggubris.
Bel tanda masuk kelas telah berbunyi, Ibu Guru bahasa Indonesia telah memasuki kelas 12 ipa 3. Bu guru pun mulai mengabsen Andra, Anisah, Aurelia, tiba-tiba saja Dolfin berteriak.
“ Ubur-Ubur”. Dan seluruh kelas pun tertawa. Aurel yang telah menduga kejadian itu pun hanya diam menyimpan dendam. Bu Guru hanya diam saja, ia hafal betul keadaan kelas itu. Kemudian Bu Guru melanjutkan mengabsen Bimo, Belinda, Citra, Clara, Dolfino, Seketika Aurel beraksi membalaskan Dendamnya.
“ Lumba-lumba gag tau diri “. Dan lagi lagi seluruh kelas bersorak ramai. Aurel pun tersenyum puas.
Mama Aurel sangat menyukai seafood, karna itu ia memberi nama putri semata Wayangnya itu Aurelia Raden Putri Aurita. Usut punya usut ini berasal dari kata Aurelia Aurita yang berati Ubur-Ubur. Karna itu Dolfin selalu mengatainya Ubur-ubur.
Sementara Ibu Dolfin adalah penulis, Ia sangat menyukai mahluk kecil yang selalu menolong Orang namun hanya dalam dongeng. Karna itu putranya pun di beri nama Dolfino Anggra. Tentu saja Aurel lebih suka memanggilnya Lumba-lumba berasal dari Dolphin yang berarti lumba lumba.
Pertengkaran mereka berawal dari kelas 1. Entah problema apa hingga mereka terus bertengkar hingga UAN akan dilaksanakan. Meski begitu mereka tetap 1 kelas hingga sekarang.
Setelah kelas tenang Ibu Guru memulai pelajaran. Namun Ibu Guru memberikan sedikit pertanyaan untuk melihat cita-cita muridnya.
“ Anak-anak ada yang ingin melanjutkan ke PTN setelah lulus?” dan seluruh kelas pun mengacungkan tangan. Tanpa terkecuali Aurel dan Dolfin
“ Anak-anak ada yang ingin kuliah di luar negri ?” Semua terdiam kecuali Dolfin, Dolfin kemudian berkata.
“ Saya ingin ke Australia Bu.” Semua murid bersorak, namun berbeda Aurel tiba tiba saja menjadi pendiam. Ada sesuatu yang berbeda kali ini namun ia tak ingin mengetahuinya.
Tak terasa UAN telah selesai dan pegumuman kelulusan telah di umumkan. Semua murid lulus dan semua pun senang. Aurel sedang bergembira bersama teman temannya tiba tiba salah seorang mengisyratkan Aurel melihat kearah Ruang kepala sekolah. Di sana ada Dolfin dan teman-temanya yang juga tengah bergembira. Aurel terdiam, teman-teman Aurel tahu apa yang di rasakanya.
“Rel, kamu gag ingin ngobrol sebentar sama dia ?” Tanya salah satu temanya.
“Iya Rel setelah ini dia akan pergi jauh, pertemuan ini untuk terakhir kalinya mungkin.” Kata temannya yang lain.
Aurel meluluhkan kemarahnya. Ia mencoba berbaik hati menyapa Dolfin. “ Mungkin untuk terakhir kalinya aku bilang Congratulation padanya.” Seru Aurel dalam hati. Kemudian Aurel menarik nafas dan mencoba melangkahkan kakinya ke arah Dolfin dan teman-temanya. Dari kejauhan Aurel mendengar perkataan Dolfin kepada teman-temanya.
“ Australia I’m coming.” Teriakan Dolfin semakin membuat hati Aurel sedih, tapi Aurel berusaha memadamkanya. Salah satu teman Dolfin mengetahui kedatangan Aurel kemudian mengisyaratkan kepada Dolfin. Dolfin menolehkan pandanganya dan tentu saja Aurel sudah ada di depanya.
“ heh Ubur-ubur lulus nggak kamu ?” sindir Dolfin. Tapi Aurel diam saja Ia bingung harus bagaimana karna sesungguhnya ia tak ingin Dolfin pergi jauh ke Australia. Dolfin yang tidak menyadari kesedihan Aurel jadi bingung dengan kebisuan Aurel.
“ heh ubur-ubur jangan diam dong, bingung aku jadinya, eh kamu naksir ya sama Aku.” Ejek Dolfin di ikuti sorakan dari teman teman Dolfin.
“ eh Ubur-ubur jangan bingung dah setelah ini aku mau ke Australia dan hidupku bisa tenang tanpamu.”
Kata kata itu pun semakin meyakiti hati Aurel, tak di sangka air mata Aurel jatuh. Aurel tak ingin Dolfin tahu. Namun Dolfin terlanjut mengetahuinya. Dolfin menjadi iba kemudian mencoba menghapus air mata di pipi Aurel. Aurel merasakan tangan Dolfin di pipinya, namun segera ia melempar tangan Dolfin dan menampar Dolfin. Aurel segera berlari. Dolfin terdiam dan mulai mengerti apa yang di rasakan Aurel.
Malam prom night sangat meriah, semua murid kelas 12 sedang merayakan kelulusan mereka. Aurel masih saja memikirkan kejadian kemaren. Aurel pun berencana tadak datang ke acara prom night. Sementara mama Aurel terus berusaha mengajak Aurel berangkat, tapi Aurel tetap tak ingin pergi. Teman temanya pun sudah berusaha menjemputnya tapi semua sia-sia.
Sementara itu Dolfin bimbang. Esok pagi ia harus berangkat ke Australia tapi orang yang di tunggu tak kunjung datang. Dolfin mencoba menghampiri teman teman Aurel.
“ Ngapain kamu nyariin Aurel.” Ketus salah satu teman Aurel
“ Aurel ada di rumah, dia nggak mau datang.” Seru teman Aurel yang lain. Dolfin pun akhirnya menyerah.
Aurel berfikir positif mungkin memang Dolfin lebih bahagia tanpa dirinya. Aurel hanya ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Dolfin untuk terakhir kalinya. Dilihat jam menunjukan pukul 22.00.
“ Prom night pasti sudah dimulai sebaiknya aku cepat sebelum Dolfin pulang.” Bisiknya dalam hati. Tanpa berdandan Aurel keluar melewati Kamarnya dan berlari menuju tempat Prom Night.
Ditengah jalan Aurel lelah, ia mencoba bersandar di sebuah pohon. Keadaanya tidak begini jika Aurel mw berangkat lebih awal. Orang tuanya tak kan mengizinkan ia keluar malam-malam. Dilihatnya sekeliling tak ada satupun kendaraan yang lewat. Aurel pun melanjutkan perjalananya ke tempat Prom Night.
Sampailah Aurel di pesta Prom. Aurel hanya memakai baju tidur dengan wajah yang kusam penuh keringat. Seluruh teman temanya bingung melihat kedatangan Aurel yang tiba-tiba dan aneh. Namun Aurel tidak perduli yang ia cari hanya sosok Dolfin saja.
Tiba-tiba saja Aurel terkejut, dilihatnya sosok Dolfin tengah asik berdansa, berpelukan menikmati alunan music bersama seorang teman perempuanya. Setahu Aurel Dolfin tidak pernah mencoba untuk pacaran. Namun kali ini Aurel baru meyakini dirinya bahwa Dolfin sudah menemukan teman hidupnya.
Seketika hati Aurel runtuh. Air matanya mengalir. Dolfin baru saja mengetahui kedatangan Aurel sontak kaget dan bingung. Ada sesuatu yang ingin ia jelaskan kepada Aurel. Namun belum sempat ia bicara Aurel lebih dulu berlari dan pergi dari tempat Prom Night.
Dolfin melipat lipat tiketnya menuju Australia. Dolfin cemas dan bingung, ia berharap ada yang bisa diselesaikan dengan Aurel sebelum ia pergi. Ayahnya sudah member peringatan untuk berangkat. Akirnya Dolfin pun pergi ia berharap kelak bisa bertemu dengan Aurel dan Aurel bisa memaafkanya.
6 tahun berlalu, sesorang menelphone Aurel memberi tahu seorang pasien membutuhkan pertolonganya dengan segera. Dengan cepat Aurel menuju Rumah sakit. Sesampai ruang periksa Aurel tidak menemukan siapa-siapa. Aurel bingung ia mencari cari suster ataupun pasien yang lain, tapi tidak ada yang ia temukan.
“ Ubur-ubur jelek”
Kata itu sudah lama tidak ia dengar semenjak lulus SMA. Dilihatnya Dolfin duduk di kursinya dengan posisi menghadap kebelakang. Aurel bingung bercampur senang. Tapi ia takut ini Dofin hanya ingin menggodanya.
Aurel dan Dolfin duduk di sebuah bangku sekolahnya dulu. “ tidak ada yang berubah selama aku di Australia.”
“ Tidak begitu juga kamu.”
“ Masih marah denganku ? aku mencarimu selama sebulan ini, kau Dokter yang hebat sekarang, siapa sangka Ubur-ubur itu berhasil.”
“ Mencariku untuk apa? “
Dolfin meraih tangan Aurel. “ Aurel menikahlah denganku”
Aurel tertawa kecil. Dolfin jadi bingung segera ia melepaskan tanga Aurel dan membalikan badanya.
“ Kalau kamu panggil namaku jadi aneh ya?” Aurel pun tertawa keras. Dolfi ikutan tertawa. Kemudian memeluk tubuh Aurel. Dan kini Ubur-ubur dan Lumba-lumba bersatu slamanya

7 Mei 2009


semua karena kamu
cerita ini bermula ketita reysa masuk dalam toko dimana nadia bekerja.
nadia menceritakan keadaan reysa pada fia, baik fia dan wida tidak tau alasan reysa memutuskan hubunganya dengan wida. yang wida dan fia sahabat wida hanya tau reysa menghilang entah kemana.
nadia memberitahukan pada fia bahwa selamna ini kelurga reysa mengalami musibah. toko sepatu milik ayah reysa bankrut dan di sita oleh bank. kini reysa hanya bekerja sebagai pelayan toko yang gajinya tidak seberapa. bahkan tidak sebesar uang jajanya dulu ketika nmasih sebagai pelajar di sma kasih.
"kenapa ya reysa gag jujur aja ama wida?". tanya nadia
" tentu saja lihat kehidupan glamor wida. reysa skg tidak akan bisa memenuhi semua kebutuhanya wida , benar kan ?" jelas fia
"yah berarti wida salah menilai reysa."
" lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang fi?".
" aku mau kerumah wida dan menjelaskan semunya".

Fia sampai di rumah wida dan menjelaskan kejadian yang menimpa reysa, mantan kekasih wida yang masih sangat wida cintai. Wuda kaget sekali, ia tak menyangka bahwa reysa akan separti ini.
"Fi aku pengen Rey." pinta wida
Fia iba melihat kawanya itu menangis tak karuan. Segera ia mengantar Wida menemui Reysa di tempat kerja nadia. Betapa kagetnya hati Reysa melihat kedatangan Wida. Reysa bingung, resah, malu tapi ia masih sangat merindukan Wida. Wida langsung memeluk Reysa erat erat dengan isak air matanya.
Sejak saat itu mereka pun balikkan, selama seminggu Wida dan Fia menyempatkan waktu sepulang kuliah untuk menemui Reysa di toko.Wida pun tak lupa selalu membawakan bekal makanan untuk makan siang bersama.
Tak terasa hari ndemi hari telah berganti hingga sampai hari ke 14. lambat laun Wida mulai di sibukan dengan tugas kuliahnya sehingga ia menyuruh Fia untuk mengatarkan makanan dan mengunjungi Reysa. SEpeti biasa Fia masuk ke toko dan menemui Reysa.
"Tugas kuliah lg ya Wida?". tanya Reysa.
"Ya Rey, maklum lah". jawab Fia sembari tersenyum
"Coba kalo yang buat masakan ini Wida pasti enak banget ya Fi?".
"Em, ya mungkin". jawab Fia bingung, Fia tau betul bahwa Wida tak kan bisa masak namun ia tak ingin membuat Reysa kecewa.
Fia mencoba melaporkan keluhan Reysa pada Wida.
"Ya udah Fi kamu masakin geh buat Rey, kamu kan tau aku nggak bisa masak". jawab Wida
"Loh kok aku Wid , kan Reysa mintaknya kamu".
"kan kamu pintar masak". fia tak bisa berbuat apa apa lagi, Esok harinya ia pun memasak kan makanan sebisanya untuk di antar ke toko reysa. Kali ini Fia berbohong bahwa masakan itu adalah masakan Wida. Reysa senang sekali mendengar kekasih hatinya mau memesak kan utuk dirinya.
"Wah enak banget masakannya Fi, meski gag dad Wida jadi terasa dekat". Seru Reysa
"Ya udah abisin ajah". jawab Fia
"Aku jadi makin sayang ma Wida".
Fia bertanya tanya dalam dirinya, bagaimana jika suatu hari Reysa tau yang memasak adalah dirinya, apakah Reysa masih mencintai Wida. Tak tersa sudah genap 1 bulaN Fia harus memasakkan makanan untuk Reysa, dan lagi lagi harus berbohong pada Reysa. selama itu pun Wida hanya datang beberapa hari saja. Fia malah setiap hari harus menengok Reysa
" Fi aku kok dah gag kangen lagi sama Wida". Seru Reysa
"loh kok getu Rey....
" mungkin karna sering ketemu kamu Fia".
Fia terkejut mendengarnya, hatinya berdebar debar, dalam hatinya terungkap kekagumanya kepada Reysa, namun akan kah Fia jujur sementara itu Wida adalah sahabatnya yang paling ia sayangi, tak mungkin bagi Fia melukai hati Wida sedemikian hancurnya.

pagi ini sepeti bisa Fia memasak dan menempatkan makananya di wadah yang biasa digunakan untuk mengantar makanan kepada Reysa. tak sadar seseorang datang dan masuk kemudian sudah di hadapan Fia, Fia kaget dan menjatuhkan wadah makanan yang digunakan untuk menempatkan makanan Reysa.
"Rey,, ". seru Fia kaget. benar saja di hadapanya sudah ada Reysa dengan keheranan
"jadi kamu yang memasak semuanya". tanya reysa.
"em,, bukan ". fia mencoba mengelak. tapi terlambat Reysa udah tau segalanya.
Reysa mengajak serta Fia menemui Wida. wida kaget sekali melihat kedatangan Fia dan Reysa. Reysa marah sekali pada Wida, ia merasa di permalukan. ia memutuskan mengahiri hubunganya dengan Wida. namun Wida tidak terima , ia sedih sekali. Melihat itu Fia iba ia mencoba menenangkan hati Wida, akan tetapi seseorang datang dan berteriak sesuatu.
"saiang... kamu kenapa?".
mereka bertiga kaget melihat dimas keluar dari dalam ruangan rumah Wida. Dimas adalah anak bos Reysa. Reysa sangat kaget melihatnya. Begitu juga dengan fia , ia Tak menyangka Wida setega itu menghianati Reysa.
"MAaf Wida KIta putus ajah, karna aku sadar justru Fia yang lebih bisa menghargai dan menyayangi aku". seru Reysa.
"jadi kamu mau berhubungan dengan sahabatku sendiru? tega kamu Rey?". Bentak Wida
Fia terdiam ia tau Wida sangat kecewa pada dirinya jika ia menerima Reysa. tapi apa yang di lakukan Wida mwmbuat ia kecewa, dan akhirnya Fia menerima Reysa, dan mencoba menghilangkan semua perasaan tak enaknya dan jika Wida tak lagi jadi temanya Fia pun tak peduli lagi.

3 Mei 2009

cerita ini bermula ketita reysa masuk dalam toko dimana nadia bekerja.
nadia menceritakan keadaan reysa pada fia, baik fia dan wida tidak tau alasan reysa memutuskan hubunganya dengan wida. yang wida dan fia sahabat wida hanya tau reysa menghilang entah kemana.
nadia memberitahukan pada fia bahwa selamna ini kelurga reysa mengalami musibah. toko sepatu milik ayah reysa bankrut dan di sita oleh bank. kini reysa hanya bekerja sebagai pelayan toko yang gajinya tidak seberapa. bahkan tidak sebesar uang jajanya dulu ketika nmasih sebagai pelajar di sma kasih.
"kenapa ya reysa gag jujur aja ama wida?". tanya nadia
" tentu saja lihat kehidupan glamor wida. reysa skg tidak akan bisa men
http://youtu.be/C5j1sETsh1Q